22 Agustus 2010

Wake Up Call, Ajang Cari Lagu untuk Membangunkan Astronot

Sebuah kompetisi memilih lagu untuk membangunkan para astronot dilakukan. Nantinya, astronot dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA), akan dibangunkan dengan lagu tertentu saat mereka menjalankan misi di ruang angkasa.

Pihak NASA menggelar untuk pertama kalinya kompetisi "Wake Up Call" ini untuk membantu memilih lagu yang menarik. Lagu ini nantinya akan digunakan untuk membangunkan awak pesawat ulang alik Discovery selama dua penerbangan terakhir mereka akhir tahun ini.


Sementara itu, ada juga kompetisi “American Idol for space”. Yaitu para musisi diminta membuat lagu baru untuk misi ruang angkasa "Endeavour" awal tahun depan. Biasanya, lagu untuk membangunkan para awak pesawat ruang angkasa dipilih oleh teman dekat atau keluarga mereka. Tetapi dengan adanya kompetisi ini, para warga biasa bisa memilih lagu yang akan masuk dalam daftar 40 lagu "Wake Up Calls”.


Pilihan lagu diantaranya lagu "Fly Me to the Moon" yang dinyanyikan Frank Sinatra, dan lagu-lagu karya U2 serta Elton John. Lagu "Countdown" dari Rush, paling banyak dipilih setelah kompetisi diumumkan Jumat lalu, diikuti dengan lagu bertema "Star Trek" dan lagu Beautiful Day dari U2.


Dua lagu dengan suara terbanyak akan dijadikan "wake up calls" dan diputar pada akhir jadwal penerbangan pesawat ulang alik Discovery pada bulan November sebelum armada tak lagi digunakan. Untuk lagu yang menjadi pemenang dalam “American Idol for space”, akan diputar di pesawat Endeavour. Pesawat ruang angkasa tersebut baru akan diluncurkan 26 Februari 2011.


"Kami mencari tahu lagu apa yang diinginkan publik untuk diperdengarkan kepada kami. Ini menjadi pilihan sulit karena banyak lagu bagus yang dimainkan sepanjang tahun," kata Steve Lindsey, pemimpin misi pesawat Discovery, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.


"Kru pesawat luar angkasa benar-benar menikmati musik di pagi hari. Meskipun kita tidak memiliki kualitas pengeras suara terbaik di pesawat ruang angkasa, musik pilihan masyarakat pasti akan menarik untuk didengarkan," kata Mark Kelly, pemimpin misi Endeavour.


* Vivanews.com
Readmore --> Wake Up Call, Ajang Cari Lagu untuk Membangunkan Astronot

Cerita Duka Sang Kuli Panggul [Porter] Pasar Tanah Abang

Keriuhan yang beberapa hari terakhir menjadi pemandangan di kawasan perbelanjaan Tanah Abang, seiring datangnya bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri yang kian mendekat tentu membawa rejeki bagi para pedagang di sana. Tak terkecuali para kuli panggul (porter) yang menjajakan jasanya untuk membawa barang-barang belanjaan pembeli.

Namun, upah sukarela yang diberikan kepada para tenaga porter di pusat perkulakan ini menjadikan penghasilan mereka sangat tak menentu. Asep (25) misalnya. Sudah dua tahun terakhir ia menjadi kuli panggul Blok A, Pasar Tanah Abang. Ketika ditemui siang ini (Minggu, 22/8/2010), Asep sempat bercerita mengenai dukanya menjadi porter.

Setiap harinya, Asep mengaku biasa memanggul 70-80kg barang belanjaan pengunjung dari lantai 5 sampai lantai dasar. Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, ia bahkan pernah memanggul barang belanjaan hingga 120kg. "Saya pernah memanggul barang beratnya sampai 120 kilo," ujar Asep.

Nah
, soal bayaran inilah yang kadang menjadi duka bagi para porter. Biasanya pengunjung membayar jasa porter macam Asep sesuai dengan berat beban belanjaan, dan seberapa jauh jarak barang itu harus diangkut. Asep bercerita, untuk beban sekitar 70-80kg, ia biasa mendapat bayaran Rp.20.000-Rp.50.000.


Tapi, tak jarang pula pengunjung yang hanya membayar sebesar Rp.5.000, padahal berat beban belanjaan yang dipanggul lebih dari 100 kilogram. "Saya pernah cuma di bayar Rp 5.000, padahal barang belanjaannya berat banget, biasanya orang-orang kaya gitu gak ngerti susahnya jadi porter," kata Asep lirih.


Pengalaman tak menyenangkan itu pun pernah dialami Sabri (27). Sama dengan Asep, Sabri pun adalah seorang kuli panggul di Tanah Abang. "Saya ngerasa gak dihargain aja sama orang-orang yang ngasih-nya gak sesuai, udah bawaanya berat, parkir mobilnya jauh, eh ngasihnya cuma Rp.7.000," keluh Sabri.

* Kompas.com
Readmore --> Cerita Duka Sang Kuli Panggul [Porter] Pasar Tanah Abang

Inilah Alasan Kenapa Unta Dimuliakan Dalam Alquran

Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didesain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.


Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana.


Allah telah menciptakannya Unta secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:


Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan. (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)


Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.


Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya.


Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.


Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah. Perutnya memiliki desain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.


Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini.


Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.


Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju.


Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam.


Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Desain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.


Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.


Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu.


* Tribunnews.com
Readmore --> Inilah Alasan Kenapa Unta Dimuliakan Dalam Alquran