25 Oktober 2009

Kapal Othok-Othok (Klotok), Mainan Anak Tradisional Yang Terlupakan

Masih ingatkah teman-teman dengan mainan anak tradisional yang satu ini ? Apa jangan-jangan sudah banyak yang lupa nih ? :)

Yups, sedikit mengulang masa kecil dulu, di mana saia sendiri sering banget main dengan mainan yang satu ini, namanya Kapal Othok-othok atau ada juga yang menyebutnya Perahu Klotok dan malahan ada yang menyebutnya sebagai Kapal Kaleng.


Kenapa namanya Othok-othok (Klotok) ?


Wajar saja, bunyi dari mainan ini pada saat dimainkan akan berbunyi klotok-klotok seperti suara knalpot motor tapi agak kasar sedikit. Bentuknya nya juga unik, terbuat dari kaleng yang dibentuk menyerupai kapal atau perahu beneran dan biasa dimainkan di kolam atau ember yang terisi air.


Sentra pembuatan mainan ini ada di wilayah Pantura, seperti Cirebon, Brebes, Tegal dan Pekalongan. Namun daerah penyebarannya hingga jauh ke wilayah kota-kota di Jateng, Jabar, Jatim, Jakarta, Sumatera hingga Kalimantan dan kota-kota sekitarnya.


Paling gampang nemuin orang yang berjualan mainan kapal ini biasanya pada waktu pasar malam, bazar di kampung-kampung dan acara tradisional (kaya Sekaten kalo di Jogja). Harga maianan kapal ini pun terbilang murah, berkisar antara 5.000 - 10.000 rupiah, tergantung daerah tempat tinggal kita.


Untuk membuat kapal ini bisa berjalan gampang koq, hanya perlu bahan bakar minyak sayur (minyak goreng) dan kapas.


Cara kerja:

  • Air dimasukkan dahulu melalui pipa kecil (knalpot kapal) yang kemudian akan masuk ke wadah penampung atau tungku di dalam kapal,
  • Kapas yang telah dilumuri dengan minyak sayur (minyak goreng) kemudian dibakar dan dimasukin ke dalam kapal,
  • Air yang tadi dimasukin akan dipanaskan oleh lampu kecil berbahan minyak sayur tadi,
  • Lalu air yang dipanaskan tadi akan menguap oleh lampu kecil dari kapas yang dibakar tadi,
  • Nah, uap air ini lah yang akan mendorong kapal mainan hingga dapat bergerak,
  • Jika air habis atau kering maka kapal mainan tidak akan berjalan lagi dan perlu di isi lagi dengan air.
Mudah bukan ? :)

Mengingat kembali ke jaman sekarang ini, sebenarnya sedikit miris melihat keberadaan mainan anak tradisional ini yang semakin hari semakin tergerus dengan waktu. Kenapa bisa demikian ?

Karena sudah tentu dan jelas akan kalah bersaing dengan mainan modern saat ini (mungkin banyak orang tua yang modern saat ini yang terlalu memanjakan anak-anaknya dengan mainan yang harus import/robotik/dan bentuk mainan modern lainnya, malu kalo anaknya terlihat kolot kalo harus main mainan tradisional seperti kapal othok-othok ini, sehingga secara tidak langsung si anak juga bakal ga tau sampe diya gede).

Selain itu juga tentu karena kurang promosi (penjual dan pemerintah) dan pengaruh lainnya dari faktor kepekaan orang tua saat ini untuk bisa memperkenalkan dan mengajak anak-anaknya untuk tahu apa itu mainan kapal othok-othok itu (apa jangan-jangan malah orangtuanya sendiri ga tau dengan mainan ini, parah beud eui :D).


Mungkin jika sekarang kita tanyakan dengan anak kecil jaman sekarang "tau ga sih kamu dengan kapal atau perahu othok-othok (klotok)", saia jamin 100 % dari 10 anak yang tahu cuma 1 orang. Miris bukan, hmmm :((


So, bagaimana menurut pendapat teman-teman dengan keberadaan mainan kapal-kapalan othok-othok (klotok) ini ? :)

6 komentar:

  1. trima ksih infonya, tdinya sya bingung bgaimana cara krja kpal itu, ternyata knalpotnya di isi air. jadi terbebas dri malu pada ponaan. skali lagi trima ksih bnyak..........

    BalasHapus
  2. terima kasih buat infonya ....... keponakan saya jadi bangga ama omnya >.....

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum. terimakasih informasinya Kak.

    BalasHapus
  4. coolll, kita harus bangga punya mainan seperti itu, banyak "ilmu" yg didapat untuk adik adik kita sekarang , coba perhatikan banyak hukum fisika yang bermain di situ lho

    BalasHapus
  5. Untuk mainan tradisional lainya silahkan mampir ke www.bediljepret.blogspot.com ada macam macam mainan tradisional

    BalasHapus
  6. Kangen sama mainan ini, pengen beli :D

    BalasHapus